Nirwala: Karma Shavitri
Di kerlingan masa
sepengantaran lelap
di lingkar letih dan angap
dari usapan jemari lentik
di permukaan punggung batu
mengalir penggal-penggal kisah waktu
bersama deras belah sungai
berteman raga berkendara di atasnya
menjemput surat langit nun hendak
cerita jelma sabut kabut gelap
meriung matahari
mengasuh cahaya
meniti prasasti
seketika muka punggung batu
menjadi kalbu yang kelu
[19 Juli 2003]
April 28th, 2005 at 11:58 am
MAK TRATAB!!! aku moco tulisanmu iki….dari awal sih dadaku sudah berdesir…lama sudah tak terbaca kata-kata serupa larik GURATANmu, kata-kata yang pernah tertulis dalam suratan lempeng-lempeng lontar serta tembaga suci…penuh makna dalam tiap aksaranya.
Tiba-tiba saja aku merindu..