Nirwala: Kaliyuga Murkha
kabut uap bersedekap pucat di sudut dharmacakra. sekedar menatap. tak perlu airmata jajari perginya penguasa langit. hitam dan putih lebur sudah jadi debu abu-abu tumpah ke samudra lewati bibir cawan tembaga jadi niskala. karma itu sekedar paradoks, luput dari cerna sang yogiswara. pataka.
tiada gelegar meriam atau dentam gumam japamantra melainkan ayun gada raksasa dwarapala mengejap melarik membuka gerbang sakala, biarkan barisan sukma bertolak dari genggam para raja. sedepa dua depa sejenak lagi perlaya. jangan harap jadi moksa.
[04 Februari 2004]