Nirwala: Mahangkara Laya
Hati perih serupa luka tergores getir sinar-sinarmu yang menghijau biru.
Hentikanlah, atas nama kisah.
Badan ringkih penuh hitam ini nyaris tak sanggup lagi menyusun bebat membendung gelimpangan nyeri tak tertahankan.
perlukah kularik dengan bunga matahariku, dan jadikan kita semua binasa.
Atau kau lebih suka menancap jantungku dengan pedang tujuh anasirmu dan membiarkan bumi, kayu, api, dan air larut bersama aliran darah kematian dan kenangan?
[02.08.2005]