Nirwala: Bhadgavad Dhorma

August 31st, 2003 by agungyudha

Benderang pedang pendek berukir bunga matahari itu kini telah pekat berlumuran darah. Saat tetak-demi-tetak berayunan dari pagi hingga petang. Sampaikan lampau pada pesan di kaki burung-burung nasar yang beterbangan riuh pada dini hari menjelang. Serpihan pasir itu butir-butir kata yang tak terucapkan. Rumpun ilalang itu kalimat-kalimat yang tak terselesaikan. Sabana itu syair yang tak tertafsirkan. Maka serat jiwa pun tertulis dengan tinta kama dari pena tulang rusuk kiri yang patah. Persetan dengan satyakala yang merah marah. Jemu sesal dan dendam ranggas sudah rancap ke akar, menebar kebencian sampai ke lapisan kerak bumi ketujuh.

[04 Agustus 2003]

Nirwala: Karma Shavitri

July 31st, 2003 by agungyudha

Di kerlingan masa

sepengantaran lelap

di lingkar letih dan angap

dari usapan jemari lentik

di permukaan punggung batu

mengalir penggal-penggal kisah waktu

bersama deras belah sungai

berteman raga berkendara di atasnya

menjemput surat langit nun hendak

cerita jelma sabut kabut gelap

meriung matahari

mengasuh cahaya

meniti prasasti

seketika muka punggung batu

menjadi kalbu yang kelu

[19 Juli 2003]